SIAP MEMBANTU

SUSAH MENGGAMBAR TEKNIK Autodesk INVENTOR & AUTOCAD HUBUNGI AKU AJA

Selasa, 22 Juni 2010

Proposal Kerja Praktek (Steam turbine)


BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar belakang masalah
Untuk bisa melangsungkan hidup, manusia harus berusaha memanfaatkan sumber daya hayati yang ada di bumi ini dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi penggunaan tersebut haruslah mempunyai tujuan yang positif yang nantinya tidak akan membahayakan manusia itu sendiri. Dalam hal ini energi yang dipakai untuk Penelitian kerja praktek nyata ialah boiler, yang mana boiler merupakan salah satu sarana untuk membantu dan mempermudah kita dalam menyelesaikan suatu produk dalam hal ini produk yang dapat menghasilkan pendapatan, dalam sistem ini boiler mempunyai komponen yang sangat medukung yaitu pompa, kondensor dan katup expansi, sehingga membentuk suatu rangkaian yang saling berkaitan satu sama lainnya untuk menghasilkan suatu tenaga yang akan dipakai untuk menjalankan roda perputaran indutri, khususnya industri yang menggunakan sistem uap.

1.2. Rumusan masalah
Boiler adalah seperangkat alat konversi energi, dari energi panas menjadi energi tekanan dengan memanfaatkan perubahan wujud zat cair (fluida) menjadi uap. dapat di pahami, air yang telah memenuhi standart boiler melalui proses demineralisasi (Water treatment) sebagai material inputan dengan proses pemanasan, yang memanfaatkan bahan bakar berupa batu bara dan solar (sebagai proses awal start) ditambah dengan suplay udara dengan komposisi yang tepat (kandungan oksigen dalam Excess air 5-6%) sebagai hasil proses pembakaran dalam furnace. Kemudian air akan mengalami perubahan wujud dari zat cair menjadi uap (steam) sebagai output, dengan tekanan kerja 3.1Mpa – 3.7Mpa untuk menggerakkan Turbin. dahulu kala uap digunakan sebagai tenaga untuk mengerakkan msin-mesin uap pada lokomotip, locomobil atau kapal-kapal uap.
Kontruksi ketel uap ini didesain dengan sedemikian rupa hingga panas atau kalor yang timbul dari bahan bakar dapat diserap seefisien mungkin, dan terhindar dari bahaya karena tekanan yang melebihi kapasitas, juga mudah pelayannya.

1.      sehingga diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan daya pikir dan nalar dalam praktek lapangan.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui  perkembangan teknologi didunia nyata.
3.      Menjalani kerja sama yang baik antara perguruan tinggi dengan PT.Madubaru  bantul.
4.      Mahasiswa dapat melengkapi dan mendalami didunia kerja sehingga mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai tentang teori dibangku perkulian melainkan mahasiswa dapat mempraktekan dalam dunia nyata/permesinan lebih dalam melalui PT. Madu Baru

1.3. Waktu dan Lokasi Kerja Praktek
Waktu dan tempat pelaksanaan kerja praktek adalah sebagai  berikut
Tempat : PG.Madu baru Jalan Padokan kasihan bantul Yogyakarta 55001 Telp (0274) 377049 (Hunting) Fax. (0274) 373071
Waktu : 6 November 2009 sampai dengan 16 Desember 2009.

1.4. Manfaat praktek kerja nyata
1.4.1.      Manfaat bagi mahasiswa
1.      Dapat memperoleh tambahan wawasan tentang perkembangan teknologi sistem Boiler,
2.      Menambah pengetahuan serta pengalaman dengan studi langsung kelapangan.
3.      Mengetahui perkembangan ilmu teknologi sesuai denga tuntutan perkembangan industri.
1.      Santan kelapa banyak dimanfaatkan untuk industri makanan.
2.      Air kelapa dimanfaatkan untuk pembuatan nata de coco.
3.      Sabut kelapa dimanfaatkan untuk bahan jok, sapu, kaset, kasur pegas, media tanam, dan lain-lain.
4.       Tempurung/ batok kelapa diolah menjadi arang aktif untuk obat norit, batu baterai, briket, dan lain-lain.
5.      Limbah tempurung dapat dibuat menjadi asap cair (liquid smoke).
6.      Ampas kelapa digunakan sebagai makanan ternak dan blendo digunakan sebagai bumbu.
4.      Mengetahui keadaan sesunguhnya diindustri, sehingga bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam teori praktek sesungguhnya
1.4.2.      Manfaat bagi Akademik
1.      Dapat menjalin hubungan baik antara Institut Saint & Teknologi IST Akprind dengan  PT. Madu baru
2.      Sebagai materi dibidang akademik untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan.
3.      Sebagai evaluasi kualitas pendidikan yang telah diberiakan dikampus dengan membandingkan kenyataan yang ada di industi.

1.4.3.      Manfaat bagi Perusahaan
1.      Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat khususnya dibidang pendidikan dan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk praktek kerja nyata.
2.      Dapat menyaring calon tenaga kerja yang profesional pada bidangnya masing-masing.
3.      Memperoleh masukan-masukan baru dari lembaga pendidikan melalui mahasiswa yang sedang melakukan praktik industri

Dengan metode ini diperoleh data secara langsung dari objek tersebut, untuk memperoleh data primer digunkan 2 (dua) metode :
a.       Metode Survei
Pengambilan metode ini adalah dengan mengumpulkan data melalui tanya jawab pada operator maupun pengawas pada bagian bidang personalia dan bimbingan dilapangan yang dapat diambil keterangannya.
b.      Metode Observasi
Metode ini digunakan untuk memperoleh data dengan melihat dan mempraktekan secara langsung pada objek dan mencatat secara sistematik terhadap segala apa yang terjadi.
1.      Data Sekunder
Data sekunder adalah data ataupun informasi yang didapatkan secara tidak langsung yaitu dengan cara mengambil dari literatur buku yang terbitkan oleh perusahaan buku yang berhubungan dengan permasalahan dilapangan

1.5. Sistematika penulisan laporan
Dalam Penyusunan Laporan kerja praktek nyata yang akan dilakukan ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut

Rabu, 16 Juni 2010

Manfaat

  1. Udang merupakan bahan makanan yang mengandung protein tinggi, yaitu 21%, dan rendah kolesterol, karena kandungan lemaknya hanya 0,2%. Kandungan vitaminnya dalam 100 gram bahan adalah vitamin A 60 SI/100; dan vitamin B1 0,01 mg. Sedangkan kandungan mineral yang penting adalah zat kapur dan fosfor, masing-masing 136 mg dan 170 mg per 100 gram bahan. Udang dapat diolah dengan beberapa cara, seperti beku, kering, kaleng, terasi, krupuk, dll.Limbah pengolahan udang yang berupa jengger (daging di pangkal kepala) dapat dimanfaatkan untuk membuat pasta udang dan hidrolisat protein.
  2. Limbah yang berupa kepala dan kaki udang dapat dibuat tepung udang, sebagai sumber kolesterol bagi pakan udang budidaya.
  3. Limbah yang berupa kulit udang mengandung chitin 25% dan di negara maju sudah dapat dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, bioteknologi, tekstil, kertas, pangan, dll.
  4. Chitosan yang terdapat dalam kepala udang dapat dimanfaatkan dalam industri kain, karena tahan api dan dapat menambah kekuatan zat pewarna dengan sifatnya yang tidak mudah larut dalam air.

Sejarah singkat


Udang merupakan jenis ikan konsumsi air payau, badan beruas berjumlah 13 (5 ruas kepala dan 8 ruas dada) dan seluruh tubuh ditutupi oleh kerangka luar yang disebut eksosketelon. Umumnya udang yang terdapat di pasaran sebagian besar terdiri dari udang laut. Hanya sebagian kecil saja yang terdiri dari udang air tawar, terutama di daerah sekitar sungai besar dan rawa dekat pantai. Udang air tawar pada umumnya termasuk dalam keluarga Palaemonidae, sehingga para ahli sering menyebutnya sebagai kelompokudang palaemonid. Udang laut, terutama dari keluarga Penaeidae, yang bisa disebut udang penaeid oleh para ahli. Udang merupakan salah satu bahan makanan sumber protein hewani yang bermutu tinggi. Bagi Indonesia udang merupakan primadona ekspor non migas. Permintaan konsumen dunia terhadap udang rata-rata naik 11,5% per tahun. Walaupun masih banyak kendala, namun hingga saat ini negara produsen
yang menjadi pesaing baru ekspor udang Indonesia terus bermunculan.